Berita

Author : IKP Diskominfo Kota Padang
Created : calendar_today 1 jam yang lalu

Kukuhkan 44 Lulusan Baru, STAI YASTIS Padang Targetkan Alih Status Jadi Institut Tahun 2027

berita

PADANG - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) YASTIS Padang menggelar wisuda sarjana strata satu (S1) angkatan ke-24 di Pangeran Beach Hotel Padang pada Selasa (1/9/2026). Sebanyak 44 mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana dari dua program studi, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD).

Dari total 44 wisudawan tersebut, sebanyak 30 orang berasal dari Program Studi PAI, sedangkan 14 lainnya merupakan lulusan PIAUD. Prosesi wisuda ini menjadi momentum penting bagi para lulusan untuk melanjutkan pengabdian sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan di tengah masyarakat.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, yang hadir dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya wisuda. Ia berharap para lulusan STAI YASTIS Padang dapat mengambil peran dalam mendukung berbagai program unggulan Pemerintah Kota Padang, terutama Padang Juara dan Smart Surau.

"Selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Kami berharap lulusan STAI YASTIS Padang dapat bergabung dan membantu Pemerintah Kota Padang dalam menjalankan program Smart Surau, karena mereka memiliki keahlian di bidang ilmu keagamaan," ujar Feri Mulyani Hamid.

Sementara itu, Ketua STAI YASTIS Padang, Sobri, mengatakan wisuda angkatan ke-24 merupakan bagian dari perjalanan institusi dalam meningkatkan kualitas dan memperluas kontribusi pendidikan tinggi keagamaan bagi masyarakat. Saat ini, STAI YASTIS Padang memiliki empat program studi, yaitu PAI, PIAUD, Manajemen Bisnis Syariah, dan Hukum Keluarga Islam, dengan target alih status menjadi institut pada 2027.

Ia menjelaskan, pengembangan institusi tidak hanya diarahkan pada penambahan program studi, tetapi juga pada penguatan kompetensi lulusan melalui kurikulum berbasis kecakapan hidup (life skill) dan implementasi. Keterampilan tambahan seperti teknologi informasi, kemampuan berbicara di depan umum, menjadi pembawa acara, hingga penguasaan bahasa juga terus didorong agar lulusan memiliki kompetensi yang beragam guna menjawab kebutuhan dunia kerja.

"Mahasiswa yang telah menjadi alumni diharapkan langsung masuk sebagai agen perubahan. Mereka harus mampu menjadi pemersatu, optimistis, rendah hati, tidak menjadikan dunia sebagai motivasi utama perjuangan, serta tetap menjaga nama baik almamater," pungkas Sobri (Taufik)

~ 📤 by Ju



latest article


//