PADANG – Kota Padang dinilai oleh pemerintah pusat sebagai daerah model yang sangat berhasil dan menjadi percontohan nasional dalam kecepatan serta ketepatan pemulihan pascabencana. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Monitoring Tim Satgas Terkait Penggunaan Tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) serta Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) Pascabencana di kawasan Bumi Perkemahan Pramuka, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (20/7).
Kunjungan lapangan ini dihadiri langsung oleh Staf Khusus Menteri Dalam Negeri (Stafsus Mendagri) Bidang Politik dan Media Kastorius Sinaga, serta Sekretaris Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Horas Maurits Panjaitan. Kedatangan tim pusat ini disambut oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Raju Minropa, didampingi Kepala Dinas Perkim Tri Hadiyanto, Kalaksa BPBD Kota Padang Hendri Zulviton, dan Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri.
Berdasarkan dasbor pemantauan Satgas Pusat yang mengukur 38 indikator, progres penanganan pascabencana di Kota Padang menunjukkan kemajuan yang sangat baik dan terstruktur. Keseriusan ini terlihat nyata dari berbagai sektor, mulai dari kelancaran pembangunan Huntap dan Hunian Sementara (Huntara), ketepatan distribusi dana tunggu hunian, efektivitas penyaluran bantuan sosial (bansos), program pemulihan lahan sawah, hingga keaktifan pemerintah daerah dalam melakukan rehabilitasi serta normalisasi sungai.
Stafsus Mendagri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, menyampaikan apresiasi yang tinggi dari pemerintah pusat atas kinerja luar biasa Pemerintah Kota Padang.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kota Padang, sebagai salah satu daerah yang cukup cepat pulih pascabencana. Berdasarkan dasbor monitoring pusat yang mengukur 38 indikator, capaian Sumbar dan Kota Padang termasuk salah satu yang terbaik," ujar Kastorius Sinaga.
Kastorius menambahkan, Kota Padang memegang tanggung jawab besar dengan memikul target pembangunan Huntap tertinggi di Sumatera Barat, yaitu lebih dari 500 unit Huntap atau mencakup seperempat dari total target seluruh provinsi. Melalui perencanaan yang matang, penyediaan lahan yang didanai TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar, serta sinergi yang kuat bersama yayasan kemanusiaan seperti Buddha Tzu Chi, target besar tersebut dapat berjalan dengan sangat progresif. Khusus di Kawasan Bumi Perkemahan Pramuka ini, akan dibangun sebanyak 340 unit Huntap, di mana 39 unit di antaranya sudah memasuki tahap finishing dan ditargetkan selesai akhir bulan ini.
"Melihat paparan dan kondisi di lapangan, perencanaan dari Pak Sekda dan tim sudah sangat bagus sekali, baik dari segi target maupun realisasi fisik saat ini," tambah Kastorius.
Selain kesuksesan pemulihan internal, manajemen penanganan bencana Kota Padang mendapat pujian luar biasa dari Menteri Dalam Negeri karena memiliki rasa solidaritas yang tinggi. Meski berstatus sebagai daerah yang juga terdampak bencana, Kota Padang secara luar biasa mampu mengalokasikan bantuan kemanusiaan sebesar Rp5 miliar untuk menyokong pemulihan bencana di tiga kabupaten di Provinsi Aceh.
Sementara itu, Sekretaris Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Horas Maurits Panjaitan, menegaskan pentingnya pemanfaatan anggaran TKD Tambahan yang tepat sasaran demi kemaslahatan masyarakat.
"Kota Padang telah menerima TKD tambahan sebesar Rp371,85 miliar. Kami melihat progres dan persiapannya cukup bagus, termasuk komitmen pengadaan lahan Huntap yang dibiayai dari dana ini. Kami sangat mengapresiasi kemampuan Pemko Padang dalam bersinergi. Kami akan terus memantau agar realisasi percepatan ini berjalan tepat sasaran karena fasilitas ini sangat ditunggu oleh masyarakat," pungkas Horas Maurits.
Pemerintah Kota Padang melalui Sekda Raju Minropa menyatakan komitmennya untuk terus memacu penyelesaian pembangunan Huntap dan mengoptimalkan seluruh dana bantuan dari pusat dengan transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pemenuhan kebutuhan warga terdampak.(Charlie / Taufik)
~ Ju