Author : IKP Diskominfo Kota Padang
Created : calendar_today 21 jam yang lalu

Sinergi Tuntaskan TBC Pemko Padang Gandeng Kader PKK Jadi Garda Terdepan Kesehatan Paru

berita

PADANG - Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mendorong kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang untuk berperan aktif dalam mendukung percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Kota Padang. Dorongan tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Paru Sedunia yang digelar di Gedung Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang Aie Pacah pada Sabtu (26/09/2026).

Peringatan Hari Paru Sedunia tahun ini mengangkat tema A Lifetime of Lung Health atau Kesehatan Paru Sepanjang Hayat dengan subtema Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis (TBC). Kegiatan yang diisi dengan talkshow dan Lomba Penyuluh TBC ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran, Ketua II TP-PKK Kota Padang Nova Raju Minropa, Kepala Dinas P3AP2KB Bobby Firman, Camat se-Kota Padang, serta pengurus TP-PKK kota dan kecamatan se-Kota Padang.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menyampaikan bahwa TBC masih menjadi persoalan kesehatan yang membutuhkan penanganan bersama. Pada 2026 Kota Padang diestimasikan memiliki 4.847 kasus TBC dengan temuan hingga 15 September 2026 mencapai 2.705 kasus atau 55,8 persen yang tersebar di seluruh kecamatan. Untuk mempercepat penanggulangan, Pemerintah Kota Padang terus melakukan berbagai upaya seperti pembentukan Kelurahan Siaga TBC serta penjaringan kasus melalui Active Case Finding (ACF).

"Untuk meningkatkan penemuan kasus, pemerintah pusat saat ini melakukan skrining TBC secara aktif di masyarakat melalui kegiatan tracing TBC yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kota Padang mendapatkan kegiatan pada 242 lokus dengan waktu pelaksanaan sampai November 2026. Saat ini sudah dilakukan tracing TBC pada 115 lokus dengan sasaran 11.500 orang," ujar Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menambahkan bahwa keberhasilan pengobatan TBC di Kota Padang pada 2025 mencapai 90,5 persen, sementara pasien putus berobat sebesar 4,3 persen, meninggal 3,8 persen, gagal pengobatan 0,1 persen, serta pasien yang tidak dapat dilacak sebesar 1,3 persen. Beliau mengajak seluruh pihak khususnya kader PKK Kota Padang bersama petugas kesehatan untuk berada di garda terdepan mendampingi masyarakat, memberikan edukasi, serta menghilangkan rasa takut dan stigma terhadap TBC.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran menegaskan bahwa TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama. TP-PKK memiliki posisi strategis karena memiliki jaringan kader hingga tingkat kelurahan, RW, RT, kelompok dasawisma, hingga keluarga.

"Kader tidak menggantikan peran dokter atau tenaga kesehatan. Namun, kader dapat menjadi mata dan telinga di tengah masyarakat untuk mengenali gejala, mendorong pemeriksaan, membantu penelusuran kontak, dan mendampingi pasien agar tidak berhenti berobat," tutup Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran.

(Mul)

~ 📤 by Ju



latest article


//